Pendidikan Indonesia, JENIS-JENIS PENILAIAN DAN SISTEM PENILAIAN

foppsiwanasaba.com, sahabat sekalian kali ini kita akan berbiacara tentang apa dan bagaimana Jenis-jenis Penilaian serta System Penilaian pada proses belajar-mengajar. Yuukk mari kita simak baik-baik semoga ini bisa bermanfaat yaaa dan jangan lupa dishare oke..


Dilihat dari fungsinya, jenis penilaian ada beberapa macam, yaitu penilaian formatif, penilaian sumatif, penilaian diagnostik, penilaian selektif, dan penilaian penempatan.
Berikut penjelasan macam-macam penilaian seperti yang diungkapkan diatas sebagai berikut:
1. Penilaian Formatif, adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir program belajar-mengajar untuk melihat hasil keberhasilan proses belajar-mengajar itu sendiri. Dengan demikian, penilaian formatif berorientasi kepadas proses belajar-mengajar. Dengan penilaian formatif diharapkan guru dapat memperbaiki program pengajaran dan strategi pelaksanaannya.
2.   Penilaian Sumatif, adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program, yaitu akhir Triwulan, akhir semester, dan akhir tahun. Tujuannya adalah untuk melhiat hasil yang dicapai oleh para siswa, yaitu seberapa jauh tujuan-tujuan kurikuler ddikuasai oleh para siswa. Penilaian ini berorientasi kepada produk, bukan pada proses.
3.     Penilaian Diagnostik, adalah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan-kelemahan siswa serta factor penyebabnya. Penilaian ini dilaksanakan untuk keperluan bimbingan belajar, pengajaran remedial (remedial teaching), menemukan kasus-kasus, dll. Soal-soal tentunya disusun agar dapat ditemukan jenis kesuliatan belajar yang dihadapi oleh para siswa.
4. Penilaian Selektif, adalah penilaian yang bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya ujian seringan masuk ke lembaga pendidikan tertentu.
5. Penilaian Penempatan, adalah penialian yang bertujuan untu mengetahui keterampilan prasyarat seperti yang di programkan sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu. Dengan kata lain, penilaian ini berorientasi kepada kesiapan siswa untuk menghadapi program baru dan kecocokan program belajar dengan kemampuan siswa.


Dari segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes dan bukan tes (nontes). Tes ini ada yang diberikan secara lisan (menuntut jawaban lisan), ada tes tulisan (menuntut jawaban secara tertulis), da nada tes tindakan (menuntut jawaban dalam bentuk perbuatan). Soal-soal tes ada yang disusun dalam bentuk objektif, ada juga yang dalam bentuk esai atau uraian. Sedangkan bukan tes sebagai alat penilaian mencakup observasi, kusioner, wawancara, skala, sosiometri, studi kasus dll.

Tes hasil belajar ada yang sudah dilakukan (standardized tests), ada pula yang dibuat guru, yaitu tes yang tidak baku. Pada umumnya penilaian hasil belajar disekolah menggunakan tes buatan guru untuk semua bidang studi. Tes baku, sekalipun lebih baik dari pada tes buatan guru, masih sangat langka sebaba membuat tes baku memerlukan beberapa kali percobaan dan analisis dari segi reabilitas dan validitasnya. Disamping itu tes sebagai alat penilaian hasil belajar ada yang sifatnya speed tests (menggunakan kecepatan). Tes objektif pada umumnya termasuk ke dalam speed test. Sedangkan tes esai termasuk dalam Power test. Dilihat dari objek yang dinilai atau penyajiannya ada tes yang bersifat individual dan tes yang bersifat kelompok.

Belum ada Komentar untuk "Pendidikan Indonesia, JENIS-JENIS PENILAIAN DAN SISTEM PENILAIAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel